BALIK DESA 1.0

Mediane Nurul Fuadah Dec 15, 2016 Inspirasi
Berbagi Kisah, Berbagi Inspirasi:

“BALIK DESA 1.0” atau “Kembali Kumpul dengan Ide dan Gagasan 1.0” adalah kegiatan yang digagas dengan tujuan mewadahi teman-teman Narashakti yang bergerak di bidang pemberdayaan untuk berbagi pengalamannya sekaligus memperoleh masukan dari teman-teman yang lain. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tanggal 27 November 2016 di basecamp Narashakti di daerah Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Total ada tiga topik yang diuraikan oleh tiga tim, diantaranya, tim yang terdiri dari Hana Filya dan Faiz Filanda yang bercerita tentang pengalamannya mengikuti workshop di “Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan”, tim pemberdayaan masyarakat melalui komoditas kopi “Narakopi” yang diwakili oleh Bimo Ario Suryandaru dan Mediane Nurul Fuadah, serta tim “Sapi, Biogas, dan Tani” yang diwakili oleh Rico Lumban Gaol.

6

Gambar 1. Hana dan Faiz menyampaikan presentasi terkait teknologi pedesaan

Hana dan Faiz menjadi tim pembuka acara “Balik Desa 1.0”. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar teknologi ramah lingkungan yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di pedesaan untuk mendukung keberlanjutan diantaranya pembangkit listrik tenaga sampah dan biogas. Dengan PLTS, baik sampah rumah tangga maupun sampah industri dapat diolah untuk menghasilkan listrik. Hal ini tentu merupakan sebuah solusi tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga untuk memperoleh energi murah dan ramah lingkungan. Hana dan Faiz juga bercerita tentang biogas, dimulai dari penggalian penampung kotoran sampai kompor warga menyala. Ternyata dengan memanfaatkan kotoran yang selama ini dianggap limbah, warga mampu berhemat, lebih produktif, dan kebersihan lingkungan dapat terjaga. Bayangkan bila teknologi PLTS dan biogas ini diaplikasikan di 74.754 desa, betapa kemandirian energi bukan lagi sekedar hal yang sulit direalisasikan.

4

Gambar 2. Bimo dan Anne dengan Narakopi

Sharing kedua disampaikan oleh Bimo dan Anne yaitu mengenai pemberdayaan masyarakat melalui komoditas kopi. Dengan besarnya potensi pertanian kopi di desa-desa pelosok Indonesia, dan tingginya demand kopi baik secara nasional maupun global, tim “Narakopi” sangat yakin bahwa melalui upaya peningkatan kualitas kopi, petani dapat meningkatkan taraf hidupnya sekaligus mempromosikan potensi desanya. Hingga saat ini, “Narakopi” telah berkolaborasi dengan para petani di daerah Sulawesi Barat dan Alor. Selain presentasi, tim “Narakopi” mendemonstrasikan cara menyeduh dan meminum kopi yang baik sebagai bentuk apresiasi kopi.

3

Gambar 3. Suasana Balik Desa 1.0

Sebagaimana tema “Sapi, Biogas, dan Tani”, Diawali dari latar belakang kemirisan akan kondisi tanah air kita yang apa-apa harus impor, termasuk sapi, Rico lalu memaparkan potensi peternakan, pemanfaatan limbah ternak (kotoran) untuk menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan oleh warga desa, serta potensi pertanian desa. Rico dan tim telah melakukan survey di daerah Cipageran, Cimahi, Jawa Barat serta mendapatkan respon positif dari peternak setempat. Tidak hanya peternak atau warga setempat saja yang antusias dengan program ini, ikatan alumni dari sebuah perguruan tinggi di Bandung pun sangat mendukung apa yang dikerjakan Rico dan tim. Dengan program ini, kedepannya agar peternak berdaya, petani berdaya, dan para ibu tidak lagi pusing memikirkan bahan bakar. Rico dan tentunya kita semua berharap bahwa upaya atau gerakan pemberdayaan seperti ini dapat menyebar luas dan semakin banyak yang mempunyai visi dan misi untk memberdayakan masyarakat.

2

Gambar 4. Balik Desa 1.0

Secara umum, keberjalanan acara berlangsung secara lancar meski hanya dihadiri oleh para anggota yang berada di sekitar Jabodetabek. Diharapkan “Balik Desa” menjadi kegiatan rutin yang bermanfaat demi pemberdayaan dan kemajuan Indonesia.

Tentang Penulis: mnfnotes.wordpress.com

Berbagi Kisah, Berbagi Inspirasi:

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments

Narashakti